Tue. Sep 29th, 2020

Dinas Kebudayaan

Mari Lestarikan Tradisi & Kebudayaan Bali

UPTD. MONUMEN PERJUANGAN RAKYAT BALI: SIDA PARAMASUDHA OLEH SANGGAR KUTA KUMARA AGUNG

Obrolan Santai Made dengan ayahnya membahas wabah yang sedang menjadi perbincangan dan secara tidak langsung menebar rasa ketakutan di benak masyarakat setempat. Obrolan tersebut mengerucut pada pembahasan bahwa banjar merupakan benteng pertahanan tradisi yang menjunjung solidaritas dengan konsep bersatu untuk membantu dan saling gotong royong. Hal tersebut akan mampu menjadi kekuatan  untuk melawan virus ini dengan cara pencegahan yang sudah diformulasikan oleh pemerintah. Ayah Made yang berprofesi sebagai seorang Dalang teringat dengan cerita pewayangan yaitu ramayana carangan/ karangan yang dikorelasikan dengan fenomena saat ini sebagai bayangan kepada masyarakat.

Kisah tersebut menceritakan sang Rama yang berhasil melawan dan membasmi Raksasa Destia dan patihnya maha koro yang menyebar penyakit agar dengan mudah menculik Dewi Sita. Sang Rama mengalahkannya dengan senjata panah yang bernama Sida Parama Sudha. Panah dapat diartikan sebagai manah yang berarti pikiran, sida yang berarti mampu/ bisa, paramasudha yang berarti obat yang utama, maka dapat disimpulkan bahwa pikiran yang positif mampu menjadi senjata sekaligus obat yang utama dalam melawan wabah tersebut dan Dewi Sita dapat diselamatkan dengan solidaritas kebersamaan pasukan yang dipimpin Hanoman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate

EnglishIndonesian