Translate

April 21, 2024

Dinas Kebudayaan

Mari Lestarikan Tradisi & Kebudayaan Bali

UPTD. MONUMEN PERJUANGAN RAKYAT BALI : PANULAK ARWA MERANA OLEH SANGGAR GRIYA ANYAR

Diambil dari kisah Rsi Markendeya pada diorama ke empat di Monumen Perjuangan Rakyat Bali. Mengisahkan Rsi Markendeya yang mengarungi hutan belantara untuk menyelamatkan Pulau Bali. Siang tak mengenal teriknya matahari dan malam tidak dipengaruhi gelapnya gulita. Terseok dan tertatih mengais kesejatian, dalam degup perjuangan maha panjang penuh rintangan.

Kegagalan bukan akhir atas segala usaha yang telah diperjuangkan. Rasa jengah, erang, dan wirang menjadi jawaban atas kegagalan yang dialami sehingga terbentuknya nama Pulau Bali yang tertoreh pada Abad 8. Sekelumit narasi ini, kemudian menginspirasi sebuah karya seni pertunjukan yang diberi judul “Panulak Arwa Merana”. Istilah yang dirasa mampu untuk mewakili keseluruhan karya ini. Panulak Arwa Merana dikutip dari Markandya Purana yang memiliki arti yaitu “Panulak” yang berarti “menolak” dan “Arwa Merana” yang berarti “segala jenis hama atau penyakit”. Jadi Panulak Arwa Merana diartika sebagai penolak segala jenis hama atau penyakit yang saat ini kita kaitkan dengan masa Pandemi Covid-19

Karya Panulak Arwa Merana digarap dengan pola kekinian yang berbalutkan nafas klasik dalam permainan tempo dan melodi dinamis. Sesekali keras yang juga diimbangi dengan sisi kelembutan adalah implementasi dari dinamika karakteristik yang ingin diungkapkan sesuai dengan ide garapan.