Translate

May 24, 2024

Dinas Kebudayaan

Mari Lestarikan Tradisi & Kebudayaan Bali

UPTD. MONUMEN PERJUANAGAN RAKYAT BALI : SAPUHNING JAGAT OLEH SANGGAR KEMBANG BALI

Aktivitas yang sering dilakukan oleh orang kebanyakan bila pagi atau sore tiba adalah berolahraga. Disebutkan seorang pemuda sedang olahraga di lapangan Renon. Setelah beberapa putaran berlari, pemuda tersebut sudah haus dan ingin membeli air mineral. Namun di sekitar lapangan yang biasanya ramai pedagang berjualan, sore itu satu pun tidak ada dagang. Dari itu, pemuda tersebut mendekati gedung dan masuk ke tempat pameran. Di sana dia melihat diorama koleksi yang dipamerkan. Dan pemuda tersebut sangat terkesan dengan storyline dari diorama yang dipamerkan.

Setelah selesai melihat pameran, pemuda tersebut pindah lokasi berolahraga. Dia memilih berolahraga di pematang sawah dekat rumahnya. Cukup jauh dia berlari dan istirahat di sebuah gubuk. Tanpa disadari ia ketiduran. Di saat tidur dia bermimpi tentang keindahan koleksi pameran yang dia lihat tadi di ruang pameran Monumen Perjuangan Raky  at Bali. Yang menceritakan tentang keberhasilah kehidupan dengan semangat perjuangan. Namun keindahan itu lenyap oleh adanya unsur negatif (butha, merana, bencana dan lain sebagainya) yang menyerang semua manusia. Pemuda tersebut bermimpi sambil mengigau seperti sadar dan tidak sadar.

Kemudian datang seorang pemudi membangunkan pemuda tersebut dari mimpi/ ngigau. Mengulas mimpinya dan terjadi pro dan kontra menyikapi isi mimpi pemuda tersebut. Dan akhirnya pemudi tersebut mengajak pemuda tersebut untuk berusaha mandiri dan memperjuangkan hidup. Yaitu dengan cara bertani secara mikro, karena lahan pertanian masih terbentang luas belum digarap dengan optimal. Dipilihlah oleh pemuda tersebut untuk belajar berkebun dan memelihara ikan. Dan dengan penuh kesadaran sebagai umat beragama, mereka berdua juga memohon kepada Ida Sang Hayang Widhi Wasa dalam wujud Sanghyang Sampat agar segala usahanya terhindar dari bencana, baik Sekala maupun Niskala.