Translate

July 16, 2024

Dinas Kebudayaan

Mari Lestarikan Tradisi & Kebudayaan Bali

DISBUD PROV. BALI : WINDOW OLEH GAMELAN YUGANADA

Window atau jendala secara harfiah adalah salah satu elemen dalam tata ruang bangunan. Secara ergonomis dia merupakan ruang sirkulasi udara maupun celah bias dari sinar matahari. Kalau dilihat secara sosiologis, dia adalah tempat awal pengamatan untuk berinteraksi. Dan secara filosofis, dia merupakan sarana untuk membuka cakrawala perpsektif. Dengan demikian, window atau jendela dapat diartikan sebagai ruang sirkulasi untuk memulai dan juga menemukan ruang-ruang sirkulasi dan interaksi dalam kehidupan.

Ketika pandemi COVID-19 secara alami menggerogoti ruang sirkulasi dan interaksi dari segala lini, menutup seluruh akses window manusia, baik itu secara ergonomis, sosiologis, dan filosofis, dengan cepat, masif dan sporadis. Manusia dihadapkan pada musuh yang melumpuhkan flatform-flatform sirkulasi dan interaksi, yang disublimasi menjadi ketakutan akut dan mendorong perubahan cakrawala peradaban manusia itu sendiri.

Manusia sebagai mahluk yang sejatinya diberikan ruang sirkulasi dan interaksi oleh Sang Pencipta, akan terus berusaha untuk merefleksikan anugrah tersebut. Manusia akan menggunakannya untuk berkompetisi dengan COVID19. Jika COVID-19 bisa menutup dengan sel proteinnya, maka manusia, juga melalui proteinnya yang disebut akal, akan membuka sirkulasi dan interaksi kembali, meskipun dengan media lain, sebagai sarana Mungkah Lawang, atau membuka jendela baru dengan perspektif baru. Dengan kata lain, seniman sebagai insan kreatif, insan yang selalu memiliki akal, selalu menggarap sesuatu hal dari tidak ada menjadi ada. Ketika pun wabah ini melumpuhkan ruang gerak fisik seniman, tapi kreatvitas seniman adalah satu-satunya yg sampai saat ini secara faktual tidak terjangkit COVID-19. Maka, kreativitas yang kebal ini akan membuka window peradaban baru dalam berkreativitas dengan media virtual.

Berkaitan dengan gagasan di atas, gamelan Yuganada mencoba keluar dari tekanan secara fisikal untuk terus melahirkan karya baru. Membuka ruang sirkulasi dan interaksi dengan metafor windows (aplikasi berbasis digital) untuk berkompetisi dengan pandemi COVID-19. Daya jelajah COVID-19 yang mengglobal akan disaingi dengan daya jelajah kreativitas crossing boundaries yang mampu melintasi batas-batas negara maupun samudra. Harapannya melalui window virtual kita tembus paradigma baru secara teritori maupun secara gagasan untuk memulai peradaban baru. Gamelan Yuganada akan membuat garapan kolaboratif dengan Hands Percussion (kumpulan seniman perkusi dari Malaysia) dengan memanfaatkan window virtual sebagai sarana komunikasi dan interaksi, dan juga sebagai sarana pementasan dan publikasi karya.

Selasa, 7 Juli 2020