Translate

June 17, 2024

Dinas Kebudayaan

Mari Lestarikan Tradisi & Kebudayaan Bali

UPTD. TAMAN BUDAYA : NGAYAT OLEH SANGGAR SENI GIRI PUTRI

Masa pandemi memaksa kita untuk diam dirumah  dan menunda segala aktivitas yang berkaitan dengan kegiatan yang melibatkan orang banyak.  Sesuai himbauan pemerintah hal ini wajib dilakukan untuk  memutus tali rantai penyebaran virus covid-19. Tidak sedikit dari masyarakat kita yg depresi karena kehilangan sumber penghasilannya akibat dari adanya Pandemi Covi-19 ini. Salah satu lapisan masyarakat yang paling terdampak adalah dikalangan seniman.  Sehingga disaat seperti ini perlu adanya sebuah renungan dan penyegaran batin agar selalu produktif dan kreatif dalam berkarya seni. Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah kemana atau dengan apa kita melakukan penyegaran (refreshing) yang tepat pada saat ini?

Jika kehidupan masih normal seperti sebelum adanya pandemi covid-19 , sebagian besar orang-orang refreshing dengan berwisata, baik wisata alam , hiburan dll. Tetapi disaat seperti ini semua tempat telah ditutup bahkan Art Center yang merupakan sebuah rumah kreatif bagi senimanpun ikut terdampak. Lalu, bagaimanakah cara kita agar bisa kembali kerumah kreatif kita (Art Center)?

Sebelum semua pertanyaan tersebut kita jawab ada baiknya kita tanyakan terlebih dahulu tentang siapa diri kita. Kita ini adalah orang Bali, sebagai orang Bali dengan agama hindu yang dimana kita mempercayai akan kekuatan spiritual dan percaya bahwa tuhan ada dimana-Mana(Wyapi wyapaka nirwikara). Hal tersebut kita bisa jadikan sebuah premise bahwa kita akan mampu meraih kebahagiaan dan kesuksesan dimanapun kita berada dengan syarat kita memiliki keyakinan yang kuat akan sebuah kekuatan tuhan (life anywhere).

Sebagai contoh ketika seorang  yang  beragama hindu berada di luar Bali dan  sedang berhalangan hadir melakukan persembahyangan pada saat upacara agama dirumah atau pura didaerahnya. Hal apa yang dapat dia lakukan? Biasanya saat siatuasi tersebut jarak tidak lagi menjadi halangan untuk melakukan pemujaan. Mereka tetap dapat  melakukan pemujaan dengan cara ngayat/ngubeng  dari tempat dimana dia berada saat itu.

Apa yang kita bahas diatas cukup sebagai gambaran tentang situasi kita sebagai seniam saat ini. Dimana saat ini kita tidak bisa seperti biasanya yang hadir berkarya dirumah kita ( art Center) akan tetapi kita pasti tetap bisa berkarya dengan spirit dari kekuatan sebuah rumah yang selalu memicu kita untuk berkarya. Walaupun kita tidak bisa hadir secara langsung di Art Center Denpasar tetapi spirit kreativitasnya selalu tetap kita bawa dimanapun kita berada. Sehingga aktualisasi art center sebagai rumah kreativitas dapat kita terapkan didaerah kita masing masing (Ngayat).