Translate

EnglishIndonesian
October 6, 2022

Dinas Kebudayaan

Mari Lestarikan Tradisi & Kebudayaan Bali

Penyerahan Penghargaan Pengabdi Seni oleh Gubernur Bali didampingi Wakil Gubernur Bali dan Kadis Kebudayaan Prov. Bali selaku Ketua Panitia Pesta Kesenian Bali XLI Tahun 2019. Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali – Kamis 4 Juli 2019, 19.30 wita.

Sebelas Seniman Menerima Penghargaan Pengabdi Seni

Penghargaan kepada pengabdi seni kembali diberikan di Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 tahun 2019. Sebanyak 11 seniman dari sembilan kabupaten/kota dan Jogjakarta mendapat penghargaan tersebut. Penyerahan diberikan di Gedung Ksirarnawa, Kamis malam (4/7).

Kesebelas seniman itu adalah Dewa Putu Gingsir yang menekuni seni sastra dari kabupaten Badung. Ada juga Drs. I Nyoman Sukanta (seni ukir kulit telur) dari Bangli, Drs. AA Gede Ngurah Agung Pemayun, M.Si (seniman tari) dari Buleleng dan I Nyoman Suarsa alias Yan Pung (seniman tari) dari kota Denpasar. Selain itu ada juga nama-nama Dr. Drs. I Wayan Sugita, M.Si (seniman drama gong) berasal dari Gianyar, I Komang Arsana, S.Pd (seni dharmagita) dari Jembrana, Dra. IA Karang Adnyani Dewi, M.Pd (seniman tari) dari Karangasem dan IB Ketut Wedana (Palawakya) dari Klungkung.Tiga seniman berikutnya antara lain I Ketut Suada (seniman Arja) asal Tabanan, Drs. I Wayan Gulendra, M.Sn (seni rupa)  dan Drs. I Wayan Senen, SST., M.Hum (tabuh) yang kini mengabdi di ISI Jogjakarta. “Seniman-seniman yang terpilih sebagai pengabdi seni ini berasal dari usulan pemerintah kabupaten/kota dan lembaga-lembaga seni. Usulan itu kemudian digodok tim kurator PKB untuk kemudian diputuskan siapa yang berhak mendapat penghargaan,” terang Kepala Dinas Kebudayaan provinsi Bali, Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana, S.Sn., M.Sn. Kun Adnyana menyebutkan penghargaan berupa piagam penghargaan dan uang Rp 10 juta. Tetapi Kun Adnyana berharap jangan dilihat besaran hadiahnya karena tergolong kecil. Tetapi lihatlah niat dan kepedulian pemerintah provinsi Bali terhadap seniman.

Tidak hanya Kun Adnyana yang merasa tidak enak dengan besaran hadiah yang tergolong kecil. Gubernur Bali, I Wayan Koster mengaku merasa malu dengan jumlah hadiah yang kecil. “ Untuk itu saya minta pak Kadis (Kepala Dinas Kebudayaan-red) untuk melist para penerima penghargaan ini. Kemudian ditanggung masalah kesehatan beliau-beliau ini dimanapun berobat di rumah sakit atau ditanggung pendidikan cucu, anak atau keluarganya,” pesan Koster terhadap Kepala Dinas Kebudayaan saat memberikan sambutan usai memberikan penghargaan kepada pengabdi seni.

Usai menerima penghargaan, masing-masing seniman tampil mempertunjukkan keahliannya sesuai dengan penghargaan yang diterima. Pertunjukkan itu berupa demonstrasi mengukit kulit telur dan melukis. Unjuk kebolehan seni palawakya dan dharma gita serta tabuh. Tarian Terompongn oleh Yan Pung dan fragmentari mini berjudul ‘Bali Praja Winangun’. (*).