Thu. Dec 12th, 2019

Dinas Kebudayaan

Mari Lestarikan Tradisi & Kebudayaan Bali

Festival Seni Bali Jani Tahun 2019

 

Pemerintah Provinsi Bali dibawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster dan Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati berkomitmen untuk memajukan seni budaya melalui Festival Seni Bali Jani. Festival ini dibentuk sebagai ikon festival seni yang mewadahi ekspresi seni bergenre inovatif/modern/kontemporer/
eksperimental dengan basis tradisi atau kearifan lokal yang sekaligus bereputasi tingkat dunia. Sehingga seluruh sumberdaya yang terlibat dalam gelar
festival ini yakni: tim kurator, tim kreatif dan panitia pelaksana senantiasa dimonitor proses kerjanya, untuk memastikan kualitas penyelenggaraan.

Festival Seni Bali Jani 2019 yang bertema HULU – TEBEN: Dialektika Lokal – Global, menjadi ruang aktualisasi segala nilai luhur dan keindahan seni dan budaya Bali, dengan mengusung konsep eksplorasi, eksperimentasi, lintas-batas,
kontekstual dan kolaborasi. Festival ini sejalan visi: Nangun Sat Kerthi
Loka Bali, melalui POLA PEMBANGUNAN SEMESTA BERENCANA menuju BALI ERA BARU.

Visi ini mengandung arti menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang Sejahtera dan Bahagia, secara sekala dan niskala, sesuai prinsip Trisakti Bung Karno: berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam Kebudayaan, melalalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam bingkai NKRI berdasar nila-nilai Pancasila 1 Juni 1945. Hal ini bermakna pula bahwa pembangunan Bali bertujuan membangun kesejahteraan dengan tetap menjaga integritas dan jatidiri berbasis pemajuan Kebudayaan Bali.

Festival Seni Bali Jani 2019 mengusung tema ”HULU-TEBEN”: Dialektika Lokal-Global, dengan platform konseptual :

  1. Eksplorasi: pencapaian seni inovatif berbasiskreativitas pribadi, sementara ide dan subjekeksplorasi tetap berbasistradisi atau nilai lokal.
  2. Eksperimentasi: pencapaian seni modern/kontemporer berbasis kreativitas dan
    percobaan medium/media.
  3. Lintas-batas: pencapaian seni baru berbasisalih media, multi media maupun transmedia.
  4. Kontekstual: pencapaian seni baru yang secaratematik, gaya dan style relevan dengan kontekstema dan waktupenyelenggaraan Festival Seni Bali Jani.
  5. Kolaborasi: proses dan pencapaian senimodern/kontemporer berbasis sinergi dankerjasama antar seniman Bali atau luar daerah/luar negeri.

Festival Seni Bali Jani ini mewadahi dimensi: Pawimba (Lomba), Aguron –guron (Workshop), Adilango (Pergelaran), Kandarupa (Pameran), Tenten (Pasar Malam Seni) dan Timbang Rasa (Sarasehan) dapat menjadi wahana yang efektif untuk menampung kreatif masyarakat seni di Bali, Nasional, dan Dunia. Harapannya karya-karya seni yang ditampilkan benar-benar menjadi sajian seni inovatif/modern/kontemporer/eksperimental yang artistik dan menarik, yang dapat diapresiasi seluruh lapisan masyarakat luas.

Kegiatan Festival Seni Bali Jani dapat di download dilink dibawah ini. Terima kasih

http://bit.ly/balijanifestival

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate

EnglishIndonesian