Translate

April 21, 2024

Dinas Kebudayaan

Mari Lestarikan Tradisi & Kebudayaan Bali

Festival Lontar Kota Denpasar Berlangsung di Rumah I Nyoman Astawan

Di Kota Denpasart, Festival Konservasi Lontar berlangsung di Rumah Masyarakat, Jumat (24/2/2023. Tim Penyuluh Bahasa Bali yang bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan (Disbud) Provionsi Bali melakuka konservasi terhadap lontar milik I Nyoman Astawan, S.T. yang berlokasi di Jalan Gunung Merapi, Gang III No 4 Lingkungan Banjar Pemedilan, Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, Provinsi Bali. “Festival Konservasi Lontar ini dilaksanakan serangkaian Bulan Bahasa Bali V Provinsi Bali,” kata Kordinator Penyuluh Bahasa Bali di Kota Denpasa, Wayan Yogik Aditya Urdhahana, S.S.,M.Pd.H.

Yogi mengatakan, saat itu Tim Penyuluh melakukan konservasi lontar sebanyak 50 cakep, dan 17 Kropak dalam keadaan cukup terawat baik. Saat itu, juga menemukan dua karya berupa prasi atau gambar komik di atas daun lontar dengan menggambil cerita Rajapala dan I Durma. Setiap lontar ditulis menggunakan system penulisan yang pada umumnya dengan penyajian, yaitu di tulis 4 baris dalam tiap lembarnya dengan cara bolak balik (rekto verso). “Bahasa yang digunakan beraneka ragam seperti Jawa Kuno, Kawi Bali, Melayu dan Bali,” jelasnya.

Lalu, ditambah lontar lainnya, Tim Penyuluh berhasil mengidentifikasi sebanyak 86 lontar. Artinya, semua lontar dalam keadaan baik, sehingga dapat teridentifikasi. Adapun identifikasi lontar dapat di klasifikasikan sebaggai berikut : Tutur, Wariga, Usada, Mantra / Puja, Babad, Kidung, Kakawin, Geguritan, Parwa (termasuk Utara Kanda), dan Prasi.

Sementara Judul Lontar yang dapat untuk diidentifikasi sebagai berikut :
1.Pengalahang Musuh Ring Awak Muah Pematuh Grubug
2.Panugran Bhatara Siwa
3.Piteges Pengawaking Kukus Manik
4.Sundari Siksa
5.Aji Sang Hyang Swa Mandala
6.Kanda Pat
7.Pamargi Nyiramang Layon
8.Kaputusan Kaki Twa
9.Pawarah Ira Bhhatara Darma Siwa
10.Babad Bandesa Manik Mas
11.Bhagawan Panyarikan
12.Tutur Bang Bungalan
13.Tenung Wong Wisaya Anluh
14.Gaguritan Candrawati
15.Gaguritan Rasutama Miwah Kawiswara
16.Windu Ngwang Sastra
17.Panugran Sri Dewi Saci ring Sri Jaya Kasunu
18.Tingkahing Prasasti
19.Babad Dalem
20.Tenung Wong Lara
21.Katuturan Pawara Hira Bhatara Dharma Siwa
22.Usada Sari
23.Tutur Jagat Karana
24.Gaguritan Tantri
25Katuturan Adhi Sira Mpu Kekran
26Kundalini
27Babad Kayu Selem
28Tutur Uriga
29Gaguritan Purwa Sangara
30Sastra Widi
31Pratingkahing Masang Mantra
32Panerangan
33Prasi Rajapala
34Saptawara Anut Tanggal Panglong
35Kaputusan Sang Hyang Amarisuda
36Gaguritan Panji
37Babad Pande Bang
38Tutur Utama
39Tanya Lara
40Sang Hyang Tanpa Rupa Warna
41Patengeraning Paribasa
42Kidung Wargasari
43Tutur Smara Reka
44Gaguritan Catur Kanda
45Katuturan Tatwa Carita rring Kuna
46Kaputusan Kaki Twa
47Parwa Tekaning Weton
48Sundari Gama
49Adi Atma Tatwa
50Usana Bali
51Kusuma Dewa
52Tutur Bang Bungalan
53Kawisesan
54Catur Bumi
55Tutur Bwana Purana
56Puja Mantra
57Gaguritan Dukuh Suladri I
58Gaguritan Dukuh Suladri II
58Gaguritan Dukuh Suladri III
60Pratekan Bhatara Ring Bali
61Gaguritan Abimayu
62Sarwa Puja
63Kalimosada Kuranta Bolong
64Kaputusan Aji Saraswati
65Panugrahan Mpu Kuturan
66Ramayana I
67Tutur Aji Janantaka
68Guna Kamimitan
69Usada
70Pangawi Wisesa
71Kaputusan Sangkul Putih
72Prasi I Durma
73Cerita Babad
74Katuturan Bhagawan Wrespati
75Wekasing Aksara Mawisesa
76Panulung
77Gaguritan Puyung Sugih
78Gaguritan Basur
79Gaguritan Rangda Kasyan
80Gending Bungkling
81Gaguritan Lubdaya
82Gaguritan Wariga
83Gaguritan Kamahardikan
84Pupuh Anut Pagongan
85Kakawin Baratayuda Maarti
86 Tutur Uriga

Yogi menambahkan, lontar-lontar tersebut dapat diidentifikasi, karena dalam keadaan terawatt baik. Lontar tersbut disimpan di Gedong. Pemiliknya melakukan perawatan secara sederhana dengan cara membersihkan debu-debu yang meléket setiap menjelang Hari Suci Saraswati. Lalu, secara ritual setiap Saraswati pemilik senantiasa melaksanakan pemuliaan terhadap Lontar dengan menghaturkan uapacara sebagaimana mestinya. “Bapak I Nyoman Astawan, selaku pewaris lontar ini telah mengerti cara merawat lontar, sehingga semua lontar dalam keadaan bagus,” ujar Yogi.

I Nyoman Astawan mengaku senang dan sangat berterima kasi keta TIM Penyuluh Bahasa bali yang telah melaksakan program Pemerintah Provinsi Bali dalam merawat aksara bahasa dan sastra Bali melalui festival ini. Adanya penyuluh bahasa Bali, utamanya kepada Pemerintah Provinsi Bali sudah mengadakan program Pelestarian Budaya Bali, khususnya di bidang Sastra Bali ini. “Kami ucapkan terimakasih sudah ikut melestarikan lontar yang kami miliki sebagai warisan leluhur kami agar bisa berguna bagi masyarakat luas,” ucapnya.

Diakhir pembicaraannya, Astawan berharap agar program ini bisa berlanjut lagi. Misalnya dilanjutkan dengan mengalih aksara dan bahasakan kembali, agar bisa dimengerti dan bisa disebarluaskan terutama naskah-naskah yang tergolong unik atau jarang yg diketahui orang. “Dengan begitu bisa bernanfaat bagi masyarakat luas,” harapnya. (*)