Tue. Sep 29th, 2020

Dinas Kebudayaan

Mari Lestarikan Tradisi & Kebudayaan Bali

UPTD. TAMAN BUDAYA : SILANG MAKNA KATA RUPA OLEH SANGGAR SENI KATA RUPA

Bentuk kreasi alih media kali ini menghadirkan bauran antara Seni Sastra dan Seni Rupa. Merujuk pada capaian antologi puisi Calligrammes: Poèmes de la Paix et de la Guerre 1913-1916, oleh penyair kenamaan Prancis, Guillaume Apollinaire yang menciptakan puisi dengan menggabungkan tulisan dan gambar. Revolusi seni ini mewujud ke dalam puisi bergambar, potret tertulis, serta gambar pemikiran, sebagai keniscayaan puisi yang menembus batas tulisan dan bait. Kaligram diciptakan untuk membebaskan pembaca dari pengalaman puisi biasa.

Adapun para perupa muda yang terlibat merespon puisi tersebut, antara lain: Dewa Made Johana, Muhammad Aqil Najih Reza, Paramita, dan Surya Subratha. Keempat perupa muda ini pernah mengalihwahanakan sebuah puisi menjadi seni rupa dengan sejumlah medium yang dihadirkan pada Pameran Kata Rupa serangkaian Bali International Literary Symposium 2019 oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate

EnglishIndonesian