Sat. Oct 31st, 2020

Dinas Kebudayaan

Mari Lestarikan Tradisi & Kebudayaan Bali

UPTD. TAMAN BUDAYA : PERTIWI MENANGIS OLEH SANGGAR TITI BAH

Manusia diciptakan telah memiliki kelebihan yang berupa pikiran (Idep) bila dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya seperti tumbuhtumbuhan dan binatang. Dengan idep atau pikiran ini, manusia diberikan hak paten untuk mengatur seisi alam untuk kesejahteraannya. Yang disebut mengatur adalah menjadikan isi dunia menjadi seimbang dengan cara, yang berlebihan dikurangi dan yang kurang disempurnakan.
Namun dalam pelaksanaanya seiring dengan perjalanan waktu, sifat arogansi, serakah,loba maupun keakuan manusia itu muncul. Mereka merusak alam, menyakiti bumi.Bumi atau ibu pertiwi masih mampu menahan sakit dan selalu sabar dengan kelakuan manusia, Namun Pertiwi tidak mampu menahan sakit di saat menyangga air mata manusia yang selalu jatuh bercucuran karena ketidakmampuannya melawan pahitnya kehidupan. Di sisi lain, manusia terus bertahan untuk hidup sampai ajal menjemputnya.
Pengarang, mengumpamakan pertiwi bagaikan seorang ibu dan manusia bagaikan anak-anaknya. Seorang Ibu masih bisa bersabar dan bertahan disaat anaknya berperilaku kurang baik, tidak sopan bahkan menyakiti ibunya, namun Seorang ibu tidak mampu menahan sakitnya disaat melihat anaknya meneteskan airmata karena kesakitan dan kesengsaraan Dari fenomena ini pengarang menuangkan dalam karya pertunjukan seni Rupa secara Virtual, dengan menonjolkan pigur seorang pelukis yang dihiasi dengan pendramaan secara abstrak sehingga dapat menjadi tontonan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate

EnglishIndonesian