Tue. Dec 1st, 2020

Dinas Kebudayaan

Mari Lestarikan Tradisi & Kebudayaan Bali

UPTD. MUSEUM BALI : KISAH CINTA LE MAYEUR-NI POLLOK OLEH SANGGAR TEATER BALE AGUNG

Le Mayeur adalah seorang pelukis Belgia yang jatuh cinta pada Ni Polok seorang perempuan Bali. Ni Polok adalah inspirasi seni Le Mayeur. Konsep karya ini adalah konsep teater seni rupa dan tari di mana seni rupa menjadi inspirasi lahirnya teater tentang kisah cinta ini.

Konsep karya : Teater Seni Rupa dan Tari yang menggabungkan kepekaan melukis, seni teater dan tari tradisional. Cinta sebagai nilai  universal menjadi latar seni dan inspirasi Le Mayeur. Kepekaan rupa dan rasa pada diri Le Mayeur tumbuh dari seorang Ni Polok.

Sanggar Teater Baleagung adalah komunitas seni berbasis masyarakat Banjar Baleagung yang telah dimulai sejak dahulu dengan adanya seniman rupa, musik, sastra, teater. Di samping itu seni dan budaya adalah nafas Banjar Baleagung. Disinilah pula lahir Nyoman Rai Srimben, Ibunda Bung Karno, proklamator bangsa. Teater ini didukung oleh pemain pemain teater berpengalaman. Made Hardika sang sutradara adalah seniman rupa dan sastra. Anggara Surya adalah seniman muda yang juga sastrawan dan seniman musik puisi.

Selma adalah penari yang memiliki prestasi di bidang seni. Para pendukungnya adalah seniman dan pekerja seni di Banjar Baleagung.

Teater Baleagung adalah sebuah sanggar teater yang telah memiliki jam terbang dengan karya pertunjukan Nyoman Rai Srimben yang telah pentas di Blitar pada tahun 2016 dan 2017 dan di PKB pada tahun 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate

EnglishIndonesian