Thu. Dec 12th, 2019

Dinas Kebudayaan

Mari Lestarikan Tradisi & Kebudayaan Bali

Komunitas Bondres Merenges Sihir Penonton

 

Teater Modern Sanggar Seni Indra Jagadhita Kota Denpasar yang menampilkan Komunitas Bondres Merenges dalam ajang Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2019 di Gedung Ksirarnawa, Tama Budaya Bali, Jumat (1/11) malam. Komunitas yang didukung pamain multi talenta itu benar-benar kocak, sehingga mampu menyihir penonton untuk terawa. Lelucon itu, tak hanya dilontarkan oleh satu atau dua pemain saja, tetapi semua pemain mampu melontarkan guyonan dengan kekhasan masing-masing.

Naskah, seakan tidak terlalu panting bagi para pemain. Sebab, masing-asing pemain yang memiliki segudang pengalaman pentas itu tampil dengan spontanitas. Mereka sangat lihai dalam adegan, sehingga tampil saling mengisi serta mengekplorasi antara pemain satu dengan lainnya. Tentu saja, hal tersebut membuat pementasan drama itu menjadi kaya, bukan k kering bahan. Dialog dari masing-masing pemain, juga tampak menarik. Masing-masing saling mendukung konten, sehingga isinya tampak kuat.

Dalam mengkemas seni drama, komunitas ini seperti menyajikan lawak tradisional (bondres) yang lebih memberikan kebebasan para pemain untuk mengekplorasi. Garapan ini juga dikemas seperti Opera Van Java yang menghadirkan seorang dalang. Para pemain diatur oleh dalang, baik kesalahan dalam dialog ataupun penampilan. Iringan musiknya, menggunakan  gamelan semarandhana yang dipadu dengan kendang Sunda serta music diatonic, seperti gitar, drum dan keyboard.

Komunitas itu menampilkan seni teater dramatari musical yang mengangkat judul “Eling”. Judul itu sengaja diangkat, untuk mengingatkan diri sendiri juga orang lain untuk menjaga dan melestarikan seni budaya Bali yang adiluhung. Di dalam perkembangan jaman yang serba modern ini, sangat penting mengetahui polah-palih yang ada di Bali ini. “Sejak kecil, anak-anak kita sudah bisa mempelajari seni budaya sebagai cara  untuk membangkitrkan seni budaya,” ucap Pemilik yang juga Ketua Komunitas Bondres Merenges,  I Made Gede Suarjana.

Ketua Komunitas Bondres Merenges yang juga berperan sebagai dalang itu menambahkan, drama ini memasukan unsure-unsur seni dan budaya, sepert belajar aksara, mejejehitan, dan menari Bali. Drama ini didukung sebanyak 75 pemaian terdiri dari penabuh, penari dan tim pengembira dari tari anak-anak doloanan. “Kami ingin memberikan hiburan, namun tetap menyelipkan pendidikan, khususnya tentang seni budaya yang menjadi kebanggan masyarakat Bali,” pungkas Gede Suarjana senang.

Festival Seni Bali Jani 2019 debgan tema “Hulu – Teben,  Dialektika Lokal – Global” yang memyaksikan Adilango (pagelaran) juga diwarnai dengan kegiatan Pawimba (Lomba), Aguron-guron (Workshop), Kandarupa (Pameran), Tenten (Pasar Malam Seni), dan Timbang Rasa (Sarasehan) yang selalu mengajak generasi muda untuk lebih kreatif. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate

EnglishIndonesian