Tue. Nov 12th, 2019

Dinas Kebudayaan

Mari Lestarikan Tradisi & Kebudayaan Bali

Penyerahan Penghargaan kepada pemenang berbagai Lomba serangkaian PKB XLI-2019 dan pidato Penutupan PKB 2019 oleh Gubernur didampingi Wakil Gubernur sekaligus peluncuran Tema PKB 2020 ‘Atma Kertih’. Panggung Terbuka Ardha Chandra Taman Budaya Bali – Sabtu 13 Juli 2019, 20.00 wita.

PKB, Harga Mahal Kualitas Bagus

Usai sudah Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 tahun 2019. Setelah berlangsung selama sebulan penuh. Ada 132 pementasan, 20 lomba non pementasan dan 11 Workshop, 1 sarasehan dihadirkan. Tak ketinggalan terdapat  omzet sebesar Rp 22,8 milyar transaksi ekonomi yang berputar.

Walau begitu Gubernur Bali, I Wayan Koster mengaku belum terlalu puas. “Saya ingin PKB tahun 2020 lebih baik lagi. Karena itu seminggu setelah PKB ini saya akan kumpulkan semua pihak untuk melakukan evaluasi sekaligus menyiapkan PKB yang lebih baik lagi,” ujar Koster.

Koster menekankan bahwa  melalui PKB kali ini yang bertema ‘Bayu Pramana’, Pemerintah provinsi Bali menunjukkan keberpihakan kepada industri kecil dan menengah. Caranya dengan menggratiskan stand pameran dan stand kuliner di PKB. Terbukti berdasarkan lembaga independen Warmadewa Research Centre yang ditunjuk pemerintah untuk melakukan evaluasi dengan menyasar 1.014 responden (seniman, peserta pameran dan kuliner dan pengunjung-red) sebanyak 51 % responden mengatakan PKB memberi dampak nilai ekonomi yang tinggi secara langsung. Tetapi sebanyak 43 % responden mengatakan harga masih mahal. “Ini berarti walau sudah digratisin harganya masih tergolong cukup tinggi. Seharusnya turun ini. Jadi tahun depan kalau masih ingin digratisin turunin harganya dari harga pasar. Supaya pengunjung senang membeli harganya. Walau untungnya sedikit kan banyak yang membeli dan untungnya,” papar Koster. Hanya saja Koster mengatakan walau hampir setengah responden mengatakan harga masih mahal, tetapi sebanyak 95 % responden mengakui produk pameran yang dipamerkan dan dijual termasuk berkualitas. “Mungkin karena produk yang berkualitas ini sehingga harganya mahal,” komentar Koster. Selama PKB tercatat total omzet selama sebulan perdagangan di PKB sebesar Rp 22,8 milyar dengan rincian, sebesar Rp 20 milyar omzet dari pameran kerajinan dan Rp 2,8 milyar omzet dari perdagangan kuliner.

Sementara itu hasil survey juga menunjukkan kepada seniman yang tampil di PKB mengatakan  bahwa 75 % responden mengatakan pementasan sudah berjalan sesuai waktu dan berjalan baik. Terlepas dari hasil survey, pada kenyataannya pengaturan jadwal pementasan belum merata. Terkadang ada hari yang tergolong sepi pementasan da nada hari yang sangat padat pementasan. Termasuk soal pengaturan jadwal acara yang terkait menimbulkan penumpukkan massa penonton dari masing-masing kabupaten/kota masih perlu diperbaiki ke depannya.

Pementasan pada saat penutupan PKB ke-41 ini menampilkan SMKN 3 Sukawati dengan lakon garapan “Dalem Samprangan” yang diangkat dari Babad Bali. Pementasan ini melibatkan  penabuh 70 seniman sampai gerong dan 130 penari. Lakon ini menceritakan setelah meninggalnya raja Bali Astasura Ratna Bumi Banten. Ketika itu Patih Gajah Mada dari Majapahit mengangkat anak bungsung Sri Kesari Warmadewa sebagai raja. Hal itu menimbulkan konflik. Dikalangan masyarakat Bali mempertanyakan mengapa orang dari Jawa yang memimpin Bali. Sehingga timbul banyak pemberontakan di Bali. “Dari cerita ini dapat belajar menghargai sebuah perbedaaan. Apalagi negara kita ini dibingkai dalam perbedaan suku, ras, agama dan antar golongan,” terang penggarap sendratari ‘Dalem Samprangan’, I Gusti Ngurah Agung Giri Putra yang keseharian seorang guru honorer tari di SMKN 3 Sukawati. Dalam menggarap sendratari ini, Giri Putra mengaku sudah memulainya sejak April 2019.

Pada penutupan PKB ke-41 ini juga ditandai dengan pencanangan tema PKB tahun 2020 yaitu Atma Kertih, oleh Gubernur Bali (*).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *