Tue. Sep 29th, 2020

Dinas Kebudayaan

Mari Lestarikan Tradisi & Kebudayaan Bali

UPTD. TAMAN BUDAYA : PAMERAN VIRTUAL MAYA-MAYA OLEH STUDIO TITIK DUA

“MAYA-MAYA ; GAMBAR MENEMBUS TEMBOK. PAMERAN VIRTUAL KARYA ALUMNI DAN MAHASISWA BERPRESTASI DI FORUM LOKAL NASIONAL DAN INTERNASIONAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI RUPA, FAKULTAS BAHASA DAN SENI, UNDIKSHA

Adalah kompilasi karya alumni dan mahasiswa pendidikan seni rupa undiksha yang lolos seleksi pamaran seni rupa tingkat nasional atau internasional yang dibuat dalam masa pandemi korona 19 tahun 2020. Karya karya ini tidak diikat oleh satu tema kuratorial, tetapi karya yang merespon tema yang ditentukan kurator-kurator pameran online pada masa pandemi ini.

Pameran ini, sekali lagi, adalah kompilasi karya-karya terbaik yang lolos seleksi pameran tingkat lokal, nasional dan internasional. Oleh karena itu banyak ditemukan keragaman tema, keragaman isu, keragaman teknik dan gaya. Ada karya dalam genre konvensional semacam grafis woodcut, drawing on paper, oil on canvas, juga karya dengan teknik dan Media baru semacam digital art. Secara kualitas, karya-karya ini bukan hanya baik karena telah lolos seleksi, tetapi juga menarik karena keragamannya tadi. Dalam pameran virtual ini, karya-karya ini dijadikan bahan mentah sebagai objek. Melalui pendekatan video maping, karya ini dihadirkan secara superimpuse pada dinding gedung, lantai bangunan, lantai tanah, dll di kampus undiksha singaraja dan taman budaya denpasar. karya ini ditundukkan pada konvensi vedeo maping. Walau semi, tetapi asfek kemayaan sebagai realitas virtual diusahan memiliki bahasanya sendiri. Apa yang dikatakan karya ini adalah bahasa virtual itu sendiri. Artinya, bentuk mengatakan isi,karena isi di sini adalah persoalan bentuk itu sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate

EnglishIndonesian