Tue. Sep 29th, 2020

Dinas Kebudayaan

Mari Lestarikan Tradisi & Kebudayaan Bali

UPTD MUSEUM BALI KUSUMA DAHA OLEH SANGGAR SENI NATAH RARE

SanggarNatah Rarememiliki sub unit yaitu sanggar seni tari dan sanggar seni tabuh/karawitan, dimana kebutuhan prestasi digabungkan dengan pelestarian budaya bali. Sanggar Natah Rare ikut partisipasi dalam 202kelompok seni, sanggar atau yayasan untuk menampilkan karya seni pertunjukan, seni rupa, seni pedalangan, seni sastra dan teater dalam bentuk panggung virtualyang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Program ini dalam rangka memfasilitasi para kreator, seniman, dan pekerja seni yang terdampak COVID-19 agar tetap kreatif berkarya, sekaligus untuk ikut serta menanggulangi penyebaran pandemi COVID, melalui physical distancing.Museum Le Mayeur merupakan museum pertama yang didirikan di Bali dan dibangun pada tahun 1953. Yang melatarbelakangi berdirinya museum ini adalah seorang seniman pelukis bernama Andrien Jean Le Mayeur De Merpres yang juga merupakan pendiri museum ini. Sehingga nama museum ini juga diambil dari nama sang pendirinya. Museum Le Mayeur terletak di tepi pantai Sanur sendiri, yang merupakan rumah kediaman sang pelukis bersama istrinya Ni Pollok. Pada saat bangunan ini didirikan, pantai Sanur masih merupakan desa nelayan yang sepi dan sunyi. Museum Le Mayeur ini juga dikatakan sebagai bukti cinta seorang seniman asal Belgia terhadap pulau Bali,yang juga merupakan langkah awal bagi Bali untuk dikenal dunia dan menjadi salah satu destinasi wisata bagi dunia. Kecintaannya terhadap pulau Bali tidak hanya memberikan ide dan inspirasi terhadap lukisan, namun juga menahannya untuk menetap di Balihingga akhir hayatnya.Semoga dengan adanya peragaan dan pagelaran seni virtual ini, Sanggar Natah Rare bisa memberikan visualisasi menarik mengenaimuseum Le Mayeur di eranya dan di tengah pandemi COVID saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate

EnglishIndonesian