Sat. Oct 31st, 2020

Dinas Kebudayaan

Mari Lestarikan Tradisi & Kebudayaan Bali

UPTD. MUSEUM BALI : KENYEM LABUH OLEH SANGGAR TARI SEKAR JEPUN

Rasa sakit itu sudah pasti muncul ketika seseorang telah terjatuh. Rasa sesal dan kesalpun beradu menjadi satu seolah tidak mau menerima bahwa semua ini adalah takdir dari yang kuasa. keadaan seketika berubah menjadi sesuatu yang sangat pilu dan menyedihkan. Air mata yang tersimpan rapi didalam mata tak kuasa untuk menahan diri dan harus keluar bersamaan dengan rintihan hati yang menjerit. Rasa sakit yang beselimut kesedihan seolah membuat orang lupa bahwa dibalik semua itu terdapant suatu pelajaran yang berharga.
Rwa bhineda , dua hal yang berbeda tetapi saling berkaitan, ada sedih ada senang, ada siang ada pula malam. Ada orang merasa sakit tatkala terjatuh ada pula yang senang tatkala terjatuh. Biasanya rasa senang akan muncul tatkala seseorang bersama-sama jatuh. “Jatuh Cinta Dipelukanmu”. Padahal kenyataan kita memperhatikannya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tetapi aneh, kita terjatuh juga dihatinya (Labuh Makenyem).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate

EnglishIndonesian