Translate

July 16, 2024

Dinas Kebudayaan

Mari Lestarikan Tradisi & Kebudayaan Bali

UPT. TAMAN BUDAYA : “KRAPAT KRIPIT” OLEH SANGGAR TARI SEKAR RARE KABUPATEN TABANAN

Ketika pandemi covid19 melanda bumi ini, kegaduhan dan kepanikan menekan masyarakat secara psikis. Orang tidak lagi bisa beraktifitas secara normal karena belum ditemukan obat penawar. Hal inipun terjadi pada seorang ibu janda beranak banyak bernama Men Brayut dengan 4 anaknya yang sering berkegiatan sebagai pelaku seni. Mereka tidak lagi bisa menari, tidak bisa kemana-mana, tidak bisa membeli apa saja karena pandemi ini. lnipun menyebabkan anak-anaknya mulai mengeluh mengenai kebutuhan hidup yang sudah mulai tidak menentu. Men brayut sampai menghabiskan tabungan, pinjam sana sini pada tetangga tetapi karena imbas pandemi yg berkepanjangan menyebabkan sulitnya men brayut mendapat bantuan dari tetangga.

Apakah ibu ini menyerah dengan  keadaan ??? Tentu saja tidak. Men brayut pun lantas berpikir bagaimana caranya menghasilkan uang demi kebutuhan hidup anak-anaknya yg semakin terhimpit. Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan bagaimana caranya agar tetap bisa produktif dan kreatif di masa covid. Melihat kemampuan anak-anaknya yang sudah remaja, rasanya men brayut merasa bisa memberikan ketrampilan berupa membuat canang, kue dan masker yang nantinya bisa dijual online lewat hp mereka masing-masing. Ketika hal ini diutarakan pada anak­ anaknya, merekapun menyambut gembira, akhirnya dengan sabar men brayut mengajarkan pada anak•anaknya tehnik-tehnik membuat canang ,kue,dan masker. Begitu orderan masuk lewat online ternyata hasilnya sangat luar biasa. Penghasilan mereka melebihi hari biasa. lnilah bukti bahwa kreativitas tanpa henti akan menghasilkan sesuatu yang berkuantitas tinggi.” Krapat- kripit” kreatif di saat covid demi memenuhi kebutuhan yang terhimpit dalam wadah kerti werdi budaya untuk mewujudkan Nangun Sat Kerti Loka Bali.

Fenomena ini banyak terjadi pada kehidupan masyarakat kita oleh karenanya penyajian dan peragaan seni virtual ini akan mengangkat kehidupan seorang ibu yang sangat kebingungan di masa covid dan akhirnya mendapat solusi dengan berkreativitas bersama anak-anaknya. sebagai pertimbangan estetika dan jarak, penyajian dan peragaan mempergunakan teknik green screen dengan mengeksplorasi gabungan seni tari,karawitan,dan dramatari dan mempergunakan 5 orang penari dan 5 orang penabuh.