Translate

May 24, 2024

Dinas Kebudayaan

Mari Lestarikan Tradisi & Kebudayaan Bali

Timbang Rasa (Sarasehan) Festival Seni Bali Jani III Tahun 2021 Taksu Seni Tari Kini: Lintas Kreativitas dan Otentisitas

Olah tubuh bagi penari bukan semata ungkapan bahasa gerak yang mempribadi, melainkan hakikatnya menyiratkan sejumlah pesan tersendiri. Masyarakat Bali mengenal istilah Taksu, yang dapat dimaknai sebagai energi, karisma, sekaligus pancaran keluhuran sebagai cerminan pencapaian seniman melalui pergulatan kreatif yang panjang dan intens—tidak hanya mendayagunakan kekuatan intuisi dan imajinasi, tetapi juga olah nalar dan perenungan yang didasari pengetahuan mendalam.

Timbang Rasa kali ini akan membincangkan upaya-upaya kreatif seniman atau koreografer kini dalam melahirkan karya-karya masterpiece, di mana unsur-unsur dalam seni tradisi diolah sedemikian rupa sebagai ragam ekspresi modern kontemporer. Dua narasumber, Prof. Dr. I Wayan Dibia dan Nungki Kusumastuti, akan berbagi pandangan tentang eksplorasi dan kreativitas lintas bidang yang memungkinkan seorang koreografer meraih ‘taksu’ berikut langgam karya-karyanya yang otentik dan mempribadi.

Bagaimana keduanya memandang kehadiran sebuah festival sebagai bagian dari upaya merawat ekosistem berkesenian sekaligus pendorong akselerasi cipta para kreator, terlebih pada situasi pandemi, di mana pembatasan sosial (social distancing) dan disiplin Prokes telah menjadi keharusan? Prof. Wayan Dibia akan menelisik perkembangan tari Bali masa kini  dalam berbagai festival yang disaksikannya di Bali, termasuk Pesta Kesenian Bali hingga penyelenggaraan ke-43 tahun 2021, maupun festival-festival di tempat lain. Nungki Kusumastuti, sebagai penggagas dan pelaksana Indonesian Dance Festival  (IDF) selama tiga puluh tahun, akan berbagi pengalaman perihal kontribusi sebuah festival dalam dunia tari kontemporer; berikut program-program edukatif yang melibatkan keikutsertaan masyarakat luas, dalam upaya meneguhkan tari sebagai bahasa keindahan yang lebih universal. Bagaimana pula seharusnya konsep tubuh dan ruang pertunjukan disikapi dengan cara pandang baru sebagai respon atas pandemi yang hingga kini belum berakhir?

Daftar : cutt.ly/sarasehan-6

Acara Luring berlangsung di Lantai Bawah Gedung Ksirarnawa, peserta terbatas. Sedangkan Daring,  melalui Zoom Webinar, peserta maksimal 300 orang.

Suksma, terima kasih