Translate

February 27, 2024

Dinas Kebudayaan

Mari Lestarikan Tradisi & Kebudayaan Bali

Teater Jineng Samasta SMAN 1 Tabanan Pukau Penonton Dengan Drama Ketut Garing

Denpasar – Teater Jineng Samasta SMAN 1 Tabanan tampilkan Sesolahan (Panggung Apresiasi Sastra) bertajuk ‘Ketut Garing’ di Gedung Ksirarnawa, Art Center pada, Kamis 23 Februari 2023. Teater yang berlangsung hingga kurang lebih dua jam lamanya ini mampu membius penonton dengan aksi 40 siswa SMAN 1 Tabanan.

Ketika ditemui, Agung Hari Sunjaya Sapanca selaku Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan dan Pembina Teater SMAN 1 Tabanan mengatakan selama ini masyarakat hanya mengetahui lagu ‘Ketut Garing’ saja.

“Kita tahu lagunya saja maka dari itu kita menggali. Apalagi didalam lagunya ada menyebut kata ‘Kedungu’ dan itu merupakan salah satu wilayah kami di Tabanan. Lalu kita gali cerita rakyat ini seperti apa akhirnya kami temukan,” ungkapnya,

Siswa-siswa yang mengikuti teater ini terhimpun merupakan anggota dari teater Jineng Samasta. Tema ‘Ketut Garing’ ini diangkat dari cerita rakyat yang setelah digail, Ketut Garing ini merupakan putra dari Raja dari Kerajaan Mengwi. Dan karena suatu hal akhirnya Ketut Garing terbuang dari kerajaan dan akhirnya diangkat menjadi anak oleh ‘Dadong (nenek) Kedungu’. Dan setelah menjadi anak angkat dari Dadong Kedungu, masyarakat sekitar melihat Ketut Garing ini berbeda dengan anak yang lainnya dimana mereka dibesarkan dari keluarga Nelayan.

“Dalam teater ini ada adegan tari seperti di laut dan pantai. Dan sesuai dengan tema yang diberikan ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ yang temanya kita ambil dari Segara (Laut). Kami sesuaikan adegan nelayan kebetulan Ketut Garing merupakan seorang tokoh bendega atau nelayan pemuda yang luar biasa kiprahnya,” paparnya.

Properti yang digunakan untuk drama ini pun masih terkait laut seperti miniatur Kepiting yang besar untuk mengangkat tokoh Ketut Garing dan kain-kain putih sebagai perwujudan air dilautan. Agung mengatakan ini pertamakalinya siswa-siswa SMAN 1 Tabanan diberikan ruang dan panggung untuk tampil sehingga ekspresi dan kreatifitas anak-anak SMAN 1 Tabanan dapat tersalurkan. Ia pun meminta agar setiap ada acara anak-anak muda diberikan peluang untuk tampil.

“Kalau Bulan Bahasa Bali sendiri kan kita kalau ambil dari cerita rakyat jadi tidak ada masalah apalagi ada pesan moral disampaikan ke masyarakat. Semoga drama ini bisa menghibur dan mengedukasi masyarakat terkait cerita rakyat Ketut Garing,” harapnya. (*)