Fri. Jul 10th, 2020

Dinas Kebudayaan

Mari Lestarikan Tradisi & Kebudayaan Bali

SAHABART PAMERAN VIRTUAL SENI RUPA OLEH SANGGAR SENI LUKIS PAROS

Pameran seni rupa bertajuk ‘SahabArt’ (baca: Sahabat) merupakan upaya untuk merayakan indahnya persahabatan. Awalnya, pameran ini digagas pasca-Pilpres 2019 yang telah “membelah” bangsa ini menjadi dua kubu akibat keberpihakan secara politik yang meruncing menjadi sentimen berlebihan. Ketika itu digaungkan pentingnya rekonsiliasi, mempertemukan kembali hubungan yang terkoyak akibat dinamika tersebut.

Pameran ini bukan respons secara langsung atas isu besar tersebut, tetapi merupakan sebentuk adopsi pemikiran sederhana tentang kemanusiaan yakni perayaan atas persahabatan yang telah banyak melahirkan interaksi dan membuahkan jejaring serta kerja positif-kreatif.

Paros menungundang sekitar 50 sahabat terdiri dari para pegiat seni –dari berbagai latar belakang disiplin– yang selama ini terlibat dialog, pewacanaan, dan interaksi dalam berbagai aktivitas kesenian untuk menerjemahkan kembali pentingnya persahabatan tersebut. Pameran seni rupa menggunakan medium kanvas 30 x 30 cm untuk memudahkan distribusi, terapan, display, dan mengadopsi format kekinian untuk mengunggah  ke media sosial.

Karena antusiasme para sahabat yang sangat tinggi, peserta bertambah hingga 86 orang. Pameran yang sedianya digelar akhir 2019 itu diundur untuk memberi kesempatan para sahabat berproses dan berkarya. Ternyata, penundaan tak terhenti di situ lantaran saat pameran benar-benar akan digelar pada awal Maret 2020 terhalang adanya pandemi Covid-19 sehingga seluruh rencana terhenti.

Ketika pertengahan Mei 2020 Dinas Kebudayaan Provinsi Bali menawarkan untuk dipergelarkan secara virtual, tema ‘SahabArt’ masih terasa kontekstual. Ya, karena di masa pandemi diberlakukan belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah (stay at home). Selain itu diterapkan protokol kesehatan secara ketat kepada setiap individu untuk sering mencuci tangan, mengenakan masker, serta social & physical distancing.

Kerinduan para sahabat untuk segera bertemu dan mengalirkan energi dengan berjabat tangan tak bisa lagi dilakukan. Pada titik inilah pameran virtual ‘SahabArt’ diharapkan mampu meretas keberjarakan tersebut. Mari kita rayakan persahabatan seraya menyongsong harapan ke depan dengan spirit adaptasi baru, di era kernormalan baru.

Senin, 22 JUNI 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate

EnglishIndonesian