Thu. Dec 12th, 2019

Dinas Kebudayaan

Mari Lestarikan Tradisi & Kebudayaan Bali

Pawai PKB XLI tahun 2019

Tahun 2019 ini, Pesta Kesenian Bali (PKB) telah memasuki usia ke-41 tahun (XLI). Adapun narasi besar yang diusung tahun ini yaitu bayuBayu (unsur ke-empat dari Panca Maha Bhuta) merupakan refleksi energi yang sangat vital dalam kehidupan manusia, sehingga keberadaannya patut dijaga dan diberdayakan. Selanjutnya, bayu dirumuskan menjadi sebuah tema inti yakni “Bayu Pramana: Memuliakan Sumber Daya Angin”. Pemilihan tema Bayu Pramana ini juga bertujuan untuk mengimplementasikan visi pembangunan Bali 2018-2023 yaitu NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI yang diprogramkan oleh pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur I Wayan Koster dan Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

Dalam konteks pawai pembukaan PKB XLI tahun 2019 ini, berbagai pemahaman tentang Bayu Pramana yang digali dari sastra-sastra tradisi, selanjutnya digunakan sebagai sumber inspirasi penciptaan seni. Untuk menterjemahkan bayu menjadi sumber inspirasi kreatif, para kreator/penggarap khususnya dari kabupaten/kota se-Bali diberi frame untuk menerjemahkan unsur bayu tersebut ke dalam sebuah bentuk garapan pawai budaya. 

Secara umum, konsep pawai PKB XLI tahun 2019 ini masih tetap berlandaskan pada konsep penggalian, pembinaan, pengembangan, dan pelestarian. Sebagai inti (core) garapan, wajib menampilkan kekhasan budaya daerah masing-masing, serta garapan seni kolosal yang berhubungan dengan unsur angin. 

Pawai tahun ini memiliki bentuk dan struktur yang berbeda dengan pawai tahun sebelumnya. Perbedaan ini terletak pada konsep pawai yang mana keseluruhan peserta pawai harus mampu menyajikan materi pawainya secara atraktif. Mulai dari berjalan hingga ke penggunaan property harus dikemas secara estetis. Selain itu, pada pawai kali ini setiap peserta pawai dari kabupaten/kota se-Bali wajib menampilkan sebuah garapan tematik yang property garapannya menggunakan alat-alat yang berhubungan dengan angin. 
Secara substansi, struktur materi pawai yang dibawakan oleh Kabupaten / Kota terdiri dari:

  1. Papan nama;
  2. Lambang kabupaten/kota yang terbuat dari bahan-bahan ramah lingkungan;
  3. 10 muda-mudi berbusana khas daerah masing-masing;
  4. 20 orang pasukan membawa tedung khas kabupaten/kota;
  5. Gamelan khas kabupaten/kota;
  6. Garapan kolosal yang merepresentasikan tema Bayu Pramana;
  7. Garapan kolosal yang diangkat dari tradisi budaya khas daerah masing-masing kabupaten / kota.

Para peserta pawai wajib menyajikan pawai dengan prosesi “ber-display sambil berjalan”. Ketika berposisi di depan panggung kehormatan, masing-masing peserta pawai diberi waktu maksimal 2,5 menit untuk ber-display. Khusus untuk ISI Denpasar, yang akan menampilkan garapan “Ketug Bumi” serta mengiringi tari “Siwa Nataraja” sebagai garapan pembuka pelepasan pawai, diberikan waktu ber-display selama 5 menit; kemudian dilanjutkan dengan pawai dari delegasi luar negeri dan luar daerah, serta disusul dengan peserta pawai duta Kabupaten/Kota. 

Pawai pembukaan PKB XLI tahun 2019 ini akan dilaksanakan Sabtu, 15 Juni 2019; bertempat di depan “Monumen Bajra Sandi”, Lapangan Puputan Niti Mandala, Renon, Denpasar. Pawai direncanakan dilepas oleh Presiden Republik Indonesia, Pukul 14.00 Wita, dan diharapkan berakhir paling lambat Pk. 17.00 Wita. 

Rute pawai mengikuti prosesi purwa daksina (berkeliling se-arah jarum jam). Para peserta menambil start awal di ujung selatan Jalan Ir Juanda, dan posisi start pelepasan tepatnya di depan ‘ujung timur’ panggung kehormatan pertama dan berakhir di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Tingkat I Bali. Sebelum upacara pelepasan dimulai, disuguhkan musik gamelan Gong Gede dan Semar Pagulingan. Di depan Monument Bajra Sandhi sebelah kiri diisi oleh Gong Gede oleh SMK Negeri 3 Sukawati Gianyar, serta di sebelah kanan disajikan Gamelan Semar Pagulingan oleh Sekaa Gong SMK Negeri 5 Denpasar.

Pawai pembukaan PKB XLI tahun 2019 ini akan dilaksanakan Sabtu, 15 Juni 2019; bertempat di depan “Monumen Bajra Sandi”, Lapangan Puputan Niti Mandala, Renon, Denpasar. Pawai direncanakan dilepas oleh Presiden Republik Indonesia, Pukul 14.00 Wita, dan diharapkan berakhir paling lambat Pk. 17.00 Wita. 

Rute pawai mengikuti prosesi purwa daksina (berkeliling se-arah jarum jam). Para peserta menambil start awal di ujung selatan Jalan Ir Juanda, dan posisi start pelepasan tepatnya di depan ‘ujung timur’ panggung kehormatan pertama dan berakhir di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Tingkat I Bali. Sebelum upacara pelepasan dimulai, disuguhkan musik gamelan Gong Gede dan Semar Pagulingan. Di depan Monument Bajra Sandhi sebelah kiri diisi oleh Gong Gede oleh SMK Negeri 3 Sukawati Gianyar, serta di sebelah kanan disajikan Gamelan Semar Pagulingan oleh Sekaa Gong SMK Negeri 5 Denpasar.

Jumlah penampil dalam pawai PKB XL-2018 ini berjumlah 14 peserta, dengan urutan penampilan sebagai berikut:

  1. 100 tari Pendet dan 100 tari Baris dari SMK Negeri 3 Sukawati Gianyar menyertai mobil hias Presiden memasuki panggung kehormatan.
  2. Garapan Pembuka : Tari Siwa Nataraja diiringi Gamelan Ketug Bumi persembahan ISI Denpasar.
  3. Peserta Pawai Delegasi Luar Negeri dan Luar Daerah
    • Republik Rakyat Tiongkok (RRT)
    • ISBI Tanah Papua
    • Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur
  4. Peserta Pawai Duta Kabupaten/Kota Se-Bali
    • Kabupaten Bangli
    • Kabupaten Badung
    • Kabupaten Karangasem
    • Kota Denpasar
    • Kabupaten Tabanan
    • Kabupaten Jembrana
    • Kabupaten Buleleng
    • Kabupaten Klungkung
    • Kabupaten Gianyar

Pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI tahun 2019 akan dilepas oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. H. Joko Widodo ditandai dengan “pemukulan Kul-kul” dan disambut dengan “Tabuh Ketug Bumi” persembahan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, sekaligus mengiringi maskot PKB “Siwa Nataraja” sebagai tanda pawai telah dilepas.

Sumber : www.penggak.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate

EnglishIndonesian