Translate

June 17, 2024

Dinas Kebudayaan

Mari Lestarikan Tradisi & Kebudayaan Bali

UPTD. TAMAN BUDAYA : TRANSISI OLEH KELOMPOK SENI LUKIS KLASIK WAYANG KAMASAN MANGKU MURA

 

Pada umumnya, lukisan Kamasan menampilkan tema yang dikutip dari epos Ramayana, Mahabharata, Sutasoma, Tantri dan Kalender. Pada kesempatan ini kami tampilkan karya-karya lukisan yang lebih inovatif sesuai dengan judul yang kami angkat, yaitu “TRANSISI” yang artinya perubahan. Perubahan yang dimaksud dalam hal ini adalah perubahan dari segi tema.

Tema-tema yang kami tampilkan tidaklah tentang epos, melainkan tema-tema tentang kejadian dimasa kini, nasionalisme dan emansipasi wanita. Sehingga terciptalah karya-karya seperti ini:

 

  1. Pariwisata Bali

Karya: Dra. Ni Nengah Muriati

Lukisan ini terinspirasi dari keadaan pariwisata Bali di era tahun 90-an yang sedang jaya-jayanya. Kunjungan wisatawan mancanegara yang membludak, sehingga semua kegiatan seni di Bali sangat aktif berkarya. Baik seni patung, seni lukis dan seni tari semua lancar sehingga perekonomian Bali bagus. Hal ini lah yang menginspirasi kami untuk menuangkannya ke dalam karya seni lukisan ini.

  1. Penangkapan Pangeran Diponegoro

Karya: Dra. Ni Nengah Muriati

Lukisan ini menceritakan tentang tertangkapnya Pangeran Diponegoro oleh kompeni secara paksa. Semua keluarga beliau sangat sedih, begitu juga rakyatnya merasa sangat kehilangan. Hal ini mencerminkan nasionalisme yang tinggi.

 

  1. Perang Kusamba

Karya: Dra. Ni Nengah Muriati

Lukisan ini menceritakan tentang keberanian serta kegagahan seorang perempuan Bali yang bernama Ida I Dewa Agung Istri Kanya dari Puri Kusamba yang tampil sebagai Panglima Perang menghadapi kompeni, dan berhasil membunuh seorang jenderal kompeni yang bernama Jenderal Miclles dengan pusaka I Seliksik. Hal ini menunjukkan emansipasi wanita sebenarnya sudah tumbuh sejak jaman kerajaan-kerajaan di Indonesia ketika melawan Belanda.

  1. Bhineka Tunggal Ika

Karya: Dra. Ni Nengah Muriati

Lukisan ini menceritakan tentang deklarasi para pemuda pemudi nusantara dari berbagai daerah dengan menggunakan pakaian daerah masing-masing di depan lambang Negara kita, yaitu burung garuda serta bendera merah putih. Mereka bersatu dan bersumpah yang dikenal dengan “Sumpah Pemuda” dan  mengakui bertanah air, berbangsa dan berbahasa satu yakni “Indonesia”. Hal ini mencerminkan rasa nasionalisme yang sangat kental pada waktu itu.

  1. Wanita Karier

Karya: Dra. Ni Nengah Muriati

Lukisan ini menceritakan tentang emansipasi wanita dimasa kini. Wanita  tidak lagi hanya sebagai Ibu rumah tangga, akan tetapi sudah sama seperti laki-laki yang bisa berkarir dan mengejar cita-cita. Ada sebagai guru, polwan dan pejabat bahkan presiden. Melihat hal tersebut, kami terinspirasi untuk melukiskan kedalam kanvas dengan gaya lukisan Kamasan.

  1. Covid 19

Karya: Dra. Ni Nengah Muriati

Lukisan ini melukiskan keadaan awal terjangkitnya Virus Corona di Bali. Masyarakat banyak yang jatuh sakit, dan meninggal dengan tiba-tiba. Setelah diperiksa ternyata terkena virus corona. Pariwisata Bali mulai lenggang, tamu mancanegara dan turis semua pada pulang ke Negara asalnya.

  1. Covid 19

Karya: Dra. Ni Nengah Muriati

Lukisan ini menceritakan tentang tindakan tim medis yang melakukan tes rapid kepada semua warga di Bali. Pemerintah Bali menghimbau agar semua orang sering mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, serta penyemprotan disinfektan pada tempat dan fasilitas umum.

  1. Covid 19

Karya: Dra. Ni Nengah Muriati

Lukisan ini menceritakan tentang tindakan lanjutan dari pemerintah yang menganjurkan agar para siswa belajar di rumah, dengan bantuan media Televisi, serta melaksanakan upakara di pura dalem dan di pemerajan (sanggah kemulan).

  1. Tertangkap

Karya: I Ketut Ngurah Agus Widiadnyana S.Sn

Karya ini berjudul “Tertangkap” terinspirasi dari dampak fenomena hiburan malam. Kami memvisualkan sepasang kekasih yang sedang berbuat mesum di pinggir pantai, kemudian tanpa disadari seorang polisi datang dan menangkap basah mereka.

Karya ini mengangkat kisah tentang kenakalan remaja jaman sekarang yang tidak memperdulikan hal-hal sekitar mereka, tempat umum ataupun di kerumunan banyak orang, melakukan diluar norma. Setting visualisasi di pinggir pantai dengan icon tiga orang, satu polisi dan sepasang kekasih, di pinggir pasir di bawah pohon elaborasi motif lukisan Kamasan dengan kostum kekinian.

  1. Pemerkosaan

Karya: I Ketut Ngurah Agus Widiadnyana S.Sn

Ide karya dengan judul “Pemerkosaan” pada karya ini terinspirasi oleh berita mas media, seorang gadis diperkosa oleh dua orang pemuda. Kejadian ini terjadi dalam sebuah ruangan tertutup dengan kesan yang menunjukkan penyekapan dalam sebuah kamar. Adegan visual dalam karya ini memunculkan tiga bentuk figure, salah satunya adalah perempuan yang diperkosa oleh dua laki-laki.