Translate

July 16, 2024

Dinas Kebudayaan

Mari Lestarikan Tradisi & Kebudayaan Bali

UPTD. MUSEUM BALI : SEMARA TUMIBA, DILANDA CINTA KASIH OLEH SANGGAR SENI PURI VRIHANALA

Lemah gemulai gerak tubuh seorang penari mengikuti irama dengan harmonisasi melodi yang indah. Matanya bersinar dan menari bagaikan petir yang menyambar disiang hari. Le Mayeur adalah seorang pelukis dari Belgia yang datang ke Indonesia merasakan hatinya berdebar tatkala melihat kecantikan penari itu. Ia adalah Ni Nyoman Pollok seorang penari Legong dari Desa Kelandis Denpasar yang telah membuat Le Mayeur jatuh cinta. Ni Pollok pun akhirnya menjadi model sang pelukis. Cinta bersemi diantara kedua insan beda negara dan budaya tersebut sampai akhirnya mereka memutuskan menikah dan tinggal di rumah sang pelukis di Sanur yang kini menjadi museum Le Mayeur. Debur ombak pantai sanur memberi energi cinta tiada henti angin semilir merebak menyejukkan hati Mendekap… mencium dan memeluk sepasang insan yang sedang jatuh hati. Sebagai model dan sekaligus istri sang pelukis wajah Ni Pollok senantiasa menjadi objek lukisan Le Mayeur sehingga membawa ketenaran nama Le Mayeur ke seluruh dunia. Oh Sang Penari…Oh Sanurku…Oh Pulau Dewataku….Sungguh kau membuatku selalu jatuh hati dengan keindahan dan keagunganmu. Kan ku jaga, kutuangkan disetiap goresan tangan ku, dan ku simpan di lubuk hatiku… agar Baliku tetap Ajeg, Aman, Lestari, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Era Baru.