PKB XLI 2019 PAWAI
Tahun 2019 ini, Pesta Kesenian Bali (PKB) telah memasuki usia ke-41 tahun (XLI). Adapun narasi besar yang diusung tahun ini yaitu bayu. Bayu (unsur ke-empat dari Panca Maha Bhuta) merupakan refleksi energi yang sangat vital dalam kehidupan manusia, sehingga keberadaannya patut dijaga dan diberdayakan. Selanjutnya, bayu dirumuskan menjadi sebuah tema inti yakni “Bayu Pramana: Memuliakan Sumber Daya Angin”. Pemilihan tema Bayu Pramana ini juga bertujuan untuk mengimplementasikan visi pembangunan Bali 2018-2023 yaitu NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI yang diprogramkan oleh pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur I Wayan Koster dan Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.
Dalam konteks pawai pembukaan PKB XLI tahun 2019 ini, berbagai pemahaman tentang Bayu Pramana yang digali dari sastra-sastra tradisi, selanjutnya digunakan sebagai sumber inspirasi penciptaan seni. Untuk menterjemahkan bayu menjadi sumber inspirasi kreatif, para kreator/penggarap khususnya dari kabupaten/kota se-Bali diberi frame untuk menerjemahkan unsur bayu tersebut ke dalam sebuah bentuk garapan pawai budaya.
Secara umum, konsep pawai PKB XLI tahun 2019 ini masih tetap berlandaskan pada konsep penggalian, pembinaan, pengembangan, dan pelestarian. Sebagai inti (core) garapan, wajib menampilkan kekhasan budaya daerah masing-masing, serta garapan seni kolosal yang berhubungan dengan unsur angin.
Pawai tahun ini memiliki bentuk dan struktur yang berbeda dengan pawai tahun sebelumnya. Perbedaan ini terletak pada konsep pawai yang mana keseluruhan peserta pawai harus mampu menyajikan materi pawainya secara atraktif. Mulai dari berjalan hingga ke penggunaan property harus dikemas secara estetis. Selain itu, pada pawai kali ini setiap peserta pawai dari kabupaten/kota se-Bali wajib menampilkan sebuah garapan tematik yang property garapannya menggunakan alat-alat yang berhubungan dengan angin.
Secara substansi, struktur materi pawai yang dibawakan oleh Kabupaten / Kota terdiri dari:
- Papan nama;
- Lambang kabupaten/kota yang terbuat dari bahan-bahan ramah lingkungan;
- 10 muda-mudi berbusana khas daerah masing-masing;
- 20 orang pasukan membawa tedung khas kabupaten/kota;
- Gamelan khas kabupaten/kota;
- Garapan kolosal yang merepresentasikan tema Bayu Pramana;
- Garapan kolosal yang diangkat dari tradisi budaya khas daerah masing-masing kabupaten / kota.
- 100 tari Pendet dan 100 tari Baris dari SMK Negeri 3 Sukawati Gianyar menyertai mobil hias Presiden memasuki panggung kehormatan.
- Garapan Pembuka : Tari Siwa Nataraja diiringi Gamelan Ketug Bumi persembahan ISI Denpasar.
- Peserta Pawai Delegasi Luar Negeri dan Luar Daerah
- Republik Rakyat Tiongkok (RRT)
- ISBI Tanah Papua
- Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur
- Peserta Pawai Duta Kabupaten/Kota Se-Bali
- Kabupaten Bangli
- Kabupaten Badung
- Kabupaten Karangasem
- Kota Denpasar
- Kabupaten Tabanan
- Kabupaten Jembrana
- Kabupaten Buleleng
- Kabupaten Klungkung
- Kabupaten Gianyar