World Hindu Wisdom Meet 2018

Senin, 25 Juni 2018

 

World Hindu Wisdom Meet 2018 secara resmi dibuka oleh Bapak Gubernur Bali, Made Mangku Pastika pada tanggal 23 Juni 2018 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar. World Hindu Wisdom Meet 2018 bertemakan “Hindu for Better Life”. Tema tersebut dipilih sesuai kondisi umum umat hindu di berbagai Negara termasuk Indonesia. World Hindu Wisdom Meet 2018 berlangsung selama dua hari yaitu 23-24 Juni 2018.

Presiden World Hindu Parisad (WHP) Gubernur Bali, Made Mangku Pastika menegaskan persoalan yang menimpa Hindu sampai sekarang tidak terlepas dari sejarah. Perdebatan dan hingga saling kritik di tataran internal tokoh maupun umat yang menyebabkan Hindu kurang berkembang di dunia. Hal ini menjadi harapan agar ada introspeksi bersama. Bermula dari itulah World Hindu Wisdom Meet 2018 bertema “Hindu for Better Life” dalam mewujudkan “Vision : Happiness” melalui  “Mission : Dharma, Artha, Kama, dan Moksa “ yang dilakukan dengan penuh kesadaran (consciousness) di tengah. Sedangkan strategi  yang disiapkan dari intern (Tri Kaya Parisudha) dan eksternal (Tri Hita Karana). Maka Program yang dirancang yakni Panca Yajnya, Catur Ashram, Catur Yoga. Termasuk implementasi Yoga, Vegetarian, Meditation, Ashram dan Dana Punia.


Ida Pendanda Putera Kekeran menambahkan, umat hindu agar berani merubah tradisi maupun awig-awig yang menghambat jalan Hindu yang lebih baik, Ia menuturkan, pihaknya sedang melakukan pembahasan pembaharuan beragama Hindu yang lebih baik bersama lembaga formal (pemerintah) dan lembaga desa pakraman, Parisadha Hindu Dharma Indonesia (OHDI) Gianyar. Selain itu menyoroti kehidupan “hedonisme” beragama Hindu di Bali yang hanya mengedepankan ritual tanpa pemaknaan filsafat yang mumpuni. Ia mengatakan, bahwa beragama di Bali masih sebatas upacara. Peran-peran rohaniawan Hindu baik sulinggih maupun pemangku sejauh ini belum bisa memberikan pencerahan maksimal kepada umat hindu agar beragama, tak hanya mengedepankan sisi emosional tapi tak kalah penting adalah rasional.

Dalam World Hindu Wisdom Meet 2018 ini menghadirkan para tokoh Hindu dari luar negeri dan dari dalam negeri sebagai upaya  untuk menggali dan memberikan pemahaman yang benar terkait dengan ajaran Hindu Dharma yang dilandasi oleh pustaka suci Veda dan kearifan-kearifan lokal Hindu yang dimiliki oleh umat Hindu di seluruh dunia untuk pengembangan SDM Hindu.


Adapun narasumber World Hindu Wisdom Meet 2018 ini berasal dari dalam dan luar negeri antara lain Swami Paramatmananda “Understanding to Hindu Teaching for Better Life”, Prof Saraswati (India) yang membahas topik “. Subash Chandra Das (India), dengan topik “Global Hindu Networking for Better Life”, Ajay Singh (India) dengan topik “International Advocacy for Hindu Case”, Dr, Chandra Saragan (Malaysia) dengan topik “Silambam : Revining the Ancient Hindu Martial Art)”, Swami Anand Krishna (Anand Ashram, Indonesia), dengan topik Tri Hita Karana : Indigenous Balinese Hindu Wisdom System for Modern Time”, Ida Pedanda Gede Made Putra Kekeran (Indonesia), dengan topik “Spritual Tourism for Better Life”, Ngakan Putu Putra, SH.,MA, (Indonesia) dengan topik “Bhagawad Gita as Practical Guidance”, I Gede Sudibya, dengan topik “Implementation  the Spirit of Hindu Economic”.

Peserta World Hindu Wisdom Meet 2018 ini juga berasal dari dalam dan luar negeri dan berbagai lembaga dan kalangan seperti : PHDI Pusat dan Daerah, Dewan Pasraman Persatuan Indonesia,  Perwakilan dari Kementerian Agama RI, LSM, dan organisasi Hindu di Indonesia, Perguruan Tinggi Hindu di Indonesia, tokoh masyarakat Hindu di Indonesia.

Pada Kesempatan itu hadir pula Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama Ri Prof. I Ketut Widnya, Ketua PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya.