Pembukaan Pesta Kesenian Bali XXXIX 2017

Minggu, 11 Juni 2017

“Saya memberi apresiasi dan penghargaan kepada pemerintah provinsi Bali, seniman, budayawan dan masyarakat Bali yang telah bergotong royong sehingga Pesta Kesenian Bali (PKB) ini terselenggara,” ujar Menteri Kordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani saat membuka Pesta Kesenian Bali XXXIX 2017.

Puan Maharani menyampaikan apresiasi itu di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar, Sabtu (10/6) malam. Puan juga mengungkapkan apresiasinya terhadap pemerintah provinsi Bali yang memberi ruang kepada daerah-daerah lain di Indonesia untuk menampilkan seni budaya nya di PKB. “Karena bagi Indonesia, seni dan budaya merupakan bagian dari kepribadian bangsa Indonesia yang berbhineka tunggal ika,” pesan Puan Maharani.


Sebelumnya, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyampaikan bahwa Pesta Kesenian Bali merupakan upaya penggalian, pelestarian dan pengembangan seni budaya di Bali. PKB tahun ini mengangkat tema Ulun Danu.”Ulun danu ini bermakna melestarikan, memuliakan dan mengelola air sebagai sumber kehidupan,” terang Mangku Pastika. Pada PKB kali ini beberapa provinsi yang ikut berpartisipasi antara lain Jogjakarta, Kalimantan Selatan dan Nusa Tenggara Timur. Adapun dari luar negeri turut berpartisipasi dari Timor Leste, Perancis, India, Thailand. “Dan yang baru pertama kali ikut adalah negara New Guinea dari benua Afrika,” lapor Mangku Pastika yang mendapat apresiasi tepukan tangan meriah dari lebih 6000 penonton yang berdesak-desakan memenuhi seluruh panggung Ardha Candra.


Usai Mangku Pastika dan Puan Maharani memberikan sambutan, tak kurang dari 250 penari dan penabuh dari Institut Seni Indonesia Denpasar ikut memeriahkan pembukaan PKB. Mereka mementaskan dramatari musikal dengan lakon ‘Ghurnitta Murti Kresna Dwipayana’. “Lakon ini merupakan sebuah kisah dari kitab Adhiparwa dalam Epos Mahabarata. Tentang kelahiran Rsi Wiyasa,” ujar penanggungjawab dramatari musikal sekaligus curator PKB, Prof. Dr. I Wayan Dibia,SST, MA. Lakon ini menceritakan asal muasal orang tua Rsi Wiyasa yaitu Setyawati yang dijuluki Dhurgandini yang memiliki bau badan amis dengan bagawan Parasara hingga pertempuran antara Rsi Wiyasa dengan raksasa Detyanala yang sakti. Berkat kesucian Rsi Wiyasa maka Detyanala dapat ditaklukan. Pementasan ini merupakan kolaborasi sendratari tradisional Bali yang didukung musik gamelan Bali dengan opera yang didukung dengan orchestra musik modern. Pementasan yang memukau penonton ini ditunjang tata cahaya yang apik.


Sementara itu sorenya di depan monument Bajrasandi, Menteri Dalam Negeri, Cahyo Kumolo didampingi Mentri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan jajaran pimpinan pemerintah provinsi Bali melepas pawai peserta PKB. Cahyo Kumolo membuka pawai PKB dengan menancapkan tatekan (tongkat) sehingga muncratlah air mancur dari kelopak bunga yang berada diantara para penari. Pawai mulai dari depan parker Timur Lapangan Puputan Margarana – Renon – Denpasar. Kemudian melintas di depan panggug kehormatan di depan Bajrasandhi dan terus berjalan kea rah barat sepanjang kawasan Renon hingga di depan Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Pawai menampilkan kekhasan seni budaya masing-masing kabupaten dan kota serta partisipan lainnya. Sepanjang jalan yang dilalui peserta pawai, masyarakat membludak menonton pawai. ***