Pembukaan Bali Mandara Mahalango V Tahun 2018

Selasa, 24 Juli 2018

 

            Pembukaan Bali Mandara Mahalango V Tahun 2018 secara resmi dibuka oleh Bapak Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Werdi Budaya, Denpasar, pada Minggu (22/7).

           Pada Pembukaan Bali Mandara Mahalango Gubernur Bali, Made Mangku Pastika menyatakan tidak hanya seniman tradisi yang diberi ruang di Bali Mandara Mahalango. Seni kontemporer diharapkan tetap mendapat ruang berkespresi di Mahalango. “Tentunya siapa yang pantas tampil di Bali Mandara Mahalango melalui seleksi yang ketat dari kurator. Karena Mahalango diharapkan menampilkan seni unggulan,” pesan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika.

          Gubernur Bali, Made Mangku Pastika juga meminta secara khusus agar Cok Ace untuk ikut bersama-sama membuka kegiatan Bali Mandara Mahalango dengan ikut menabuh tiwa-tiwa bersama. Alasannya, selain wakil gubernur terpilih, Cok Ace sejatinya adalah seorang seniman dan budayawan.

            Pada kesempatan itu, Gubernur Bali, Made Mangku Pastika juga mengajak semua pihak untuk serius berpartisipasi aktif dalam menggali dan melestarikan budaya luhur di Bali  melalui  ajang Bali  Mandara Mahalango. “Kegiatan ini juga bernilai penting dalam merevitalisasi nilai-nilai kesenian, sehingga tetap hidup dan berfungsi  dalam masyarakat, di tengah tantangan globalisasi dewasa ini,” terang Gubernur Bali, Made Mangku Pastika.


            Pembukaan Bali Mandara Mahalango dimeriahkan oleh artis-artis yang tergabung dalam Pramusti Bali. Mereka menampilkan drama musikal ‘Prabu Nala Sengap’. Menurut Ketua Pramusti Bali, I Gusti Ngurah Murthana, kisah ini diangkat dari salah satu serial Mahabrata tentang cinta kasih Prabu Nala dengan Dewi Damayanti. Lakon ini menceritakan kesetiaan Damayanti terhadap sang suami yaitu Prabu Nala. “Walaupun ada upaya dari Bhatara Kala untuk memisahkan mereka, tetapi akhirnya cinta dan alam pula yang kembali mempertemukan mereka,” tutur Rahman begitu I Gusti Ngurah Murthana biasa dipanggil.

            Menurut Rahman penampilan saat pembukaan Mahalango 2018 ini menampilkan garapam musikal. “Jadi perpaduan antara drama atau teater dengan musik dari semua anggota Pramusti dan yang spesial kita kemas dengan konsep hiburan komedi. Kita tonjolkan disini komedi, jadi nanti itu berupa hiburan untuk masyarakat agar serius menikmati cerota dari serial Mahabharata ini ya mereka bisa akan mendapat tontonan sekaligus tuntunan juga,” papar Murthana.

            Pagelaran pembukaan Bali Mandara Mahalango ini melibatkan 200 seniman dan crew. Para seniman berasal dari musisi, penyanyi, penabuh, peanri dramawan dan pelawak. Penampilan mereka ini mampu menyedot dan menyesakkan panggung terbuka Ardha Candra yang memiliki daya tamping penonton mencapai 6.000 orang. Tampil sebagai pemain seperti Cedil, Sokir, STI Bali, MKP Bali dan penabuh Cahya Art dan Candra Band serta lainnya (*).