Pembukaan Bali Mandara Mahalango IV - 2017

Senin, 10 Juli 2017

Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXIX usai sudah. Walau begitu perhelatan seni di Taman Budaya, Denpasar, tak putus. Kini ada Bali Mandara Mahalango. “Bali Mandara Mahalango diselenggarakan untuk memberi ruang seluas-luasnya bagi seniman untuk mengembangkan kreativitasnya,” tutur Gubernur Bali, Made Mangku Pastika.

            Mangku Pastika menyampaikan hal tersebut saat  pembukaan Bali Mandara  Mahalango di Panggung Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar, Minggu malam (9/7). Tepat sehari setelah penutupan PKB XXXIX. Bila di PKB lebih menekankan pada pelestarian yang utama, sebaliknya Bali Mandara Mahalango memberi ruang pada pengembangan berkesenian. Menurut Mangku Pastika, Bali Mandara Mahalango selain untuk memberi ruang seniman berkreativitas, juga memberi hiburan bagi masyarkat kota Denpasar dan sekitarnya. Hanya saja, Mangku Pastika berpesan agar seniman tidak hanya berprinsip  bahwa seni menjadi jalan hidup “Melainkan juga seni memberikan kesejahteraan kepada senimannya dan masyarakat,” harap Mangku Pastika. Mangku Pastika menekankan bahwa masyarakat hidup bukan hanya berkesenian saja. “Tetapi bagaimana kita membuat  berkesenian itu menghidupi kesejahteraan seniman dan masayrakatnya,”tegas Mangku Patika saat membuka secara resmi Bali Mandara Mahalango.


             Pramusti Bali meramaikan acara pembukaan Bali Mandara Mahalango . Mereka menampilkan kolaborasi antara musik dan lawak. Masyarakat sangat antusias untuk menyaksikan acara pembukaan. Acara pembukaan diramaikan oleh kehadiran pemusik-pemusik handal seperti Nano Biroe, Gede Bagusm Ayu Saraswati, Gek Diah, Widi Widiana, Dek Ulik, Rocky N, Rahtwo XXX, Dian dan puncaknya ada Jori Agung dan Double T.. Kehadiran Jori Agung dan Double T di penghujung acara mendapat sambutan antusias dari penonton. Bahkan mereka ikut merangsek ke tepi panggung sambil bernyanyi mengikuti lagu yang ditampilkan.


            Sementara di kelompok pelawak Bali  dari Cedil, Dadab, Perak. Ada juga MKP Mersi, Botak, Kumis. Puncak lawak Bali dimeriahkan oleh kehadiran pementasan Topeng Tugek Carangsari.

            Pementasan musik dan lawak Bali mengangkat tema ‘Gita Harmoni Nusantara’. Tema ini diangkat berdasarkan rasa cinta tanah air dan harmoni kebangsaan. Sebuah cermin keprihatinan para musisi dan pelawak di Bali akan kondisi bangsanya, Indonesia., Penanggung jawab pementasan, Ketua Pramusti Bali, Rahman Murtana. Sementara kolaborasi musik menampilkan sosok  Ary Wijaya Palawara dan  Ketut Lanus dan banyak lagi. Di penghujung acara pembukaan Bali Mandara Mahalango, Pemprov Bali memberikan door prize terhadap hasil  10 an Diantaranya , sepeda biasa dan dengan   jumlah 10 sepeda dan 1 sepeda motor.  Wakil Gubernur Bali, Sudikerta memberikan kuiz dan yang mendampingi menyerahkan hadiah tersebut ditemani Ketua DPRD Bali,   Sekda Bali, Kepala Dinas Kebudayaan dan kepala dinas lainnya. (***** )