Layanan Dinas Kebudayaan

Selasa, 26 Oktober 2010

PEMANFAATAN 3 UPT. DINAS KEBUDAYAAN PROV. BALI.
(TAMAN BUDAYA, MPRB, DAN MUSEUM BALI )

Kebudayaan merupakan budi dan daya manusia yang selalu mengalami perkembangan sesuai dengan dinamika kehidupan manusia. Dinas kebudayaan khususnya dalam menangani segala gejolak Budaya Bali, tentu sangat konsisten dengan program-program unggulan yang dirancang guna menangani masalah kebudayaan di Bali. Penyelenggaraan segala kebijakan dibidang Kebudayaan dimaksud, Dinas Kebudayaan di selenggarakan oleh 1 sekretaris, 4 bidang (Dokbud, Adat dan istiadat, Sepur, Kesenian dan perfilman) dan 3 UPT (Taman Budaya, Monumen perjuangan Rakyat Bali dan Museum Bali).Penyelenggaraan kebudayaan khususnya dalam pengelolaan, pemberdayaan, pemanfaatan kebudayaan, termasuk dalam pemanfaatan aset-aset daerah khususnya yang ada di 3 UPT, sebagai sarana peningkatan pendapatan daerah, hal-hal yang akan diprogramkan adalah sebagai berikut :

A. PEMANFAATN UPT. MONUMEN PERJUANGAN RAKYAT BALI





  1. Pemanfaatan area selatan Depan Monumen, dengan mengadakan Pameran Masakan (kuliner), termasuk penyelenggaraan Lomba-Lomba Makanan setiap minggu-nya dengan bekerja sama dengan berbagai pihak swasta.
  2. Pemanfaatan Area tengah Monumen, sebagai area Wedding Resepsi, baik tingkat lokal, maupun Internasional.
  3. Pemanfaatan Area-area di sekitar monumen untuk kegiatan ”GALLA DINER” atau Jamuan-jamuan perayaan dengan mengeset sedemikian rupa dalam suasana atau konsep Bali.
  4. Pemanfaatan di sisi kanan dan kiri luar monumen dengan memberikan kesempatan dan penyewaan kepada publik umum untuk mengadakan segala aktivitas atau lounching-lounching produk.
  5. Pemanfaaatan ruangan-ruangan di dalam monumen, untuk mberbagai kegiatan Jamuan, pameran, pertemuan, termasuk diklat atau pelatihan
  6. Pemanfaatan taman-taman dan Monumen secara umum dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan Pra-Wedding, termasuk penyelenggaraan Shooting Film, maupun kegiatan shooting lainnya.

Retribusi Karcis Masuk :






Sewa Halaman dan Ruangan :





B. Pemanfaatan UPT. Taman Budaya.






UPT. Taman Budaya merupakan tempat yang paling strategis dan representative dalam melakukan berbagai kegiatan. Dan pemanfaatan Taman Budaya akan memberikan arti yang sangat penting, dalam pengelolaan dan pemanfaatan, termasuk dalam penguatan nilai-nilai kebudayaan bagi masyarakat, dengan merancang kegiatan-kegiatan di UPT. Taman Budaya sebagai berikut :

1. Pemanfaatan area Taman Budaya.

  • Pemanfaatan Gedung Ksirarnawa atas (Panggung atas), pertemuan (rapat-rapat) besar, Wisuda, Pertunjukan private, dan sebagainya
  • Pemanfaatan Gedung Ksirarnawa bawah, Wedding Resepsi, pameran, dan jamuan makan.
  • Pemanfaatan Panggung terbuka Ardha Candra, pementasan pementasan kolosal, yang berbentuk klasik, kolaborasi, kesenian eloborasi, dan pagelaran musik modern
  • Pemanfaatan di Area Belakang Panggung Ardha Candra, sangat cocok dengan memberikan kesempatan untuk melaksanakan acara-acara wedding, Galla Diner, dan jamuan lainnya
  • Pemanfaatan panggung terbuka Ksirarnawa, sangat menarik dengan memberikan kesempatan untuk mengadakan Galla Diner, jamuan makan malam, pementasan, termasuk launching-lounching produk.
  • Pemanfaatan taman-taman dan Taman Budaya secara umum dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan Pra-Wedding, termasuk penyelenggaraan Shooting Film, maupun kegiatan shooting lainnya.

Retribusi Karcis Masuk :








Sewa Tanah dan Bangunan :






















2. Program-Program di Taman Budaya.
  • Memprogramkan kegiatan setiap weekend (akhir pekan) Sabtu dan Minggu Gelar Seni Akhir Pekan Bali Mandara Nawanatya (GSAP), dengan mengadakan berbagai pementasan seni kolosal dan bermutu, bekerjasama dengan berbagai pihak swasta, khususnya dalam pembiayaannya dan publikasinya.
  • Program pementasan, dimaksud akan mulai dilaksanakan dan diprogramkan pada bulan September dengan menampilkan berkesenian kolosal, bermutu, dan terbaik, setelah pelaksanaan pameran bangunan daerah. Disamping itu UPT. Taman Budaya akan dimanfaatkan dengan memberikan kesempatan kepada organisasi-organisasi kesenian untuk mengadakan aktivitas di Taman Budaya.
  • Penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali setiap awal bulan Juni sampai dengan Juli setiap tahun.
  • Penyelenggaraan Bali Mandara Mahalango (BBM) usai penutupan PKB yang di selenggarakan selama 2 bulan dari bulan Juli s,d Agustus setiap tahun.

C. PEMANFAATAN UPT MUSEUM BALI

















Museum Bali di Denpasar terdapat tiga pembagian dari tiap-tiap halaman, halaman luar, halaman tengah dan halaman dalam. Di halaman dalam, terdapat tiga bangunan dan masing-masing bangunan dinamakan nama daerah sesuai dengan nama daerah dari raja yang membiayai pembangunan museum :

  1. Gedung Karangasem
  2. Gedung Tabanan
  3. Gedung Buleleng 

Koleksi museum terdiri dari koleksi etnografika seperti peralatan yang digunakan saat zaman pra sejarah, peralatan upacara keagamaan dan adat, perkembangan seni dan budaya masyarakat Bali, dari jaman ke jaman. Tentunya dengan anda melihat koleksi museum anda akan dapat membandingkan, bentuk dari peradaban masyarakat Bali jaman prasejarah dan zaman modern. Museum Bali di Denpasar sering digunakan sebagai tempat untuk melakukan sesi foto free wedding di Bali.

Tiket masuk :








Sewa Ruangan/Panggung : 




Jadwal Berkunjung Ke Museum Negeri Propinsi Bali Denpasar

  • Hari Minggu-Kamis buka pada jam 08.00-15.00 wita
  • Hari jumat 08.00-12.30 wita
  • Hari sabtu dan tanggal merah, museum Bali Denpasar tutup.

Koleksi Museum Negeri Propinsi Bali Denpasar

  • Gedung sebanyak 4 buah yang dinamai gedung Tabanan, gedung Karangasem, Gedung Buleleng
  • Barang – barang kesenian masyarakat Bali
  • Peti mayat dari batu
  • Naskah – naskah kuno (prasasti), yang menyangkut pura di Bali
  • Lukisan wayang kulit
  • Alat pertanian, senjata dan alat upacara.
  • Dan masih banyak lagi yang bisa anda lihat benda benda peninggalan prasejarah lainnya
Download Pergub no 68 tahun 2014